Demikian hasil survei untuk
periode Januari-Maret 2013 yang dilakukan
Lembaga Konsultan Komunikasi
‘Citra Media Komunikasi’ yang disampaikan Direktur Program, H Idrus
Djoenaidi, didampingi Sekretaris Eksekutif, Indra Gunawan, kepada pers,
Senin (30/4).
Mereka menjelaskan, setelah Gus Irawan dan Tifatul Sembiring disusul Gatot Pujonugroho (18,3 persen) dan RE Nainggolan (17,9 persen). Keempat nama tersebut dipilih dari 14 tokoh yang dikenal oleh responden
di 33 kabupaten/kota se Sumatera Utara. Dari aspek keterkenalan (popularitas), Tifatul juga unggul karena dikenal oleh 10,5 persen
responden, disusul Irjen Pol Wisjnu AS (10,4 persen), Gus Irawan (10,2
persen), Gatot Pujonugroho (10,1 persen), Chairuman Harahap (8,1
persen), Mayjen AY Nasution (7,5 persen), Parlindungan Purba (5,8
persen), Rahmat Shah (5,7 persen), RE Nainggolan (5,6 persen) dan
Abdillah (5,1 persen).
Beberapa nama yang dikenal responden di bawah angka lima persen
diantaranya Fadly Nurzal (4,6 persen), Syah Affandin (3,9 persen), T.
Ery Nuradi (3,7 persen) dan HT Milwan (3,4 persen).
"Ada beberapa nama yang mempunyai tingkat popularitasnya tinggi, namun
tingkat elektabilitasnya (keterpilihannya) rendah untuk dipilih sebagai
Gubernur Sumut," kata Idrus Djoenaidi.
Dari delapan besar nama yang kemudian ditawarkan kepada responden, - Gus
Irawan 18,1 %
- Tifatul Sembiring
17,8 %
- Gatot Pujonugroho 15,7 %
- RE Nainggolan 15,2
%
Chairuman Harahap (10,2 persen), Mayjen TNI AY Nasution (9,3
persen), Irjen Pol Wisjnu AS (6,1 persen) dan Abdillah memperoleh
dukungan 5,8 persen.
Putera daerah
Gus Irawan unggul dipilih responden dengan alasan putera daerah (16,5
persen), jujur dan bisa dipercaya (15,2 persen), bersih dari korupsi dan
KKN (15,1 persen), mampu berkomunikasi secara baik dengan semua fihak
(14,4 persen), berjiwa sosial dan peduli kepada rakyat (13,1 persen),
mampu mengambil keputusan dan memerintah dengan tegas (12,8 persen), dan
pintar (10,3 persen). Sisanya menjawab tidak tahu.
Lebih lanjut Idrus menjelaskan, survei tersebut juga menyimpulkan bahwa
pemilih di Sumatera Utara belum menjadi pemilih cerdas. Misalnya saat
menjawab sifat kepemimpinan yang paling penting dimiliki seorang
Gubernur Sumut, sebanyak 15,6 persen responden menjawab Gubernur Sumut
haruslah putera daerah.
Demikian pula ketika menyebutkan alasan responden memilih 15 nama yang
ditawarkan sebagai Gubernur Sumut, selain menjawab putera daerah (13,5
persen), juga karena kandidat berasal dari keluarga tokoh masyarakat
(10,2 persen) dan tokoh ormas Islam (9,1 persen).
Sementara itu Sekretaris Eksekutif Lembaga Konsultan Komunikasi "Citra
Media Komunikasi", Indra Gunawan, menyebutkan survei Pilgubsu yang
dilakukan untuk triwulan-I tahun 2012 ini, memilih responden dari 33
kab/kota dengan pola multistage random sampling dan mempunyai toleransi
kesalahan (margin of error) +/- 5 persen.
Survei ini, kata Indra Gunawan, sebagai partisipasi pihaknya untuk
menjadikan Pilgubsu 2013 sebagai momen membangun Sumatera Utara menjadi
lebih baik. Untuk tahap berikutnya, survei yang sama akan dilaksanakan
untuk priode April-Juni 2012, dan hasilnya sudah bisa dipublikasikan
pada bulan Juli 2012. (rrs)